Open Source, Yang Kami Pahami

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.
Tidak kami bayangkan sebelumnya, aplikasi sederhana yang kami kembangkan dengan software Microsoft office acces ini bisa bertahan sejak tahun 2003 di puskesmas, dan bahkan diadopsi dan dikembangkan oleh beberapa dinas kesehatan di wilayah Indonesia timur. Selain komitmen dari pejabat dilingkup dinas kesehatan dan kemudahan, salah satu kunci utama yang membuat aplikasi yang membantu pencatatan dan pelaporan ditingkat puskesmas ini tetap bertahan adalah beberapa kaidah open source yang dibangun oleh founding father aplikasi ini. baca selengkapnya








Dinas Kesehatan Ngawi mulai membangun jaringan dengan puskesmas pada tahun 2006. jaringan dibuat dengan sistem bridge dengan menempatkan 6 BTS dan masing-masing BTS memiliki rata-rata 4 satelite. OS yang digunakan dalam jaringan wi-fi adalah win xp dan dengan server win server 2003 bantuan dari DEPKES RI. Dalam perjalanan selama 2 tahun pengelolaan masalah yg paling sering dihadapi adalah virus jaringan dan massalah terberat yang tidak diantisipasi sebelumnya adalah matinya beberapa Radio karena -menurut analisa dari konsultan)- overload dan traffic data yang tinggi. 









