SIMPUSTRONIK, sebuah catatan ringan

22/02/2009 by: admin

Berawal dari semakin terjangkaunya harga PC, tepatnya sekitar pertengahan tahun 2002, Kepala Puskesmas Jogorogo ab. Ngawi, dr. Ary W, alm, memaparkan sebuah gagasan tentang kemudahan pencaarian data rekam medis menggunakan bantuan PC.  Saat itu beliau menyajikan rekaman nomor registrasi pasien dengan menggunakan program microsoft excell, sederhana memang.. tapi cukup membantu mengurangi ‘ceriwis nya’ petugas loket puskesmas akibat pasien lupa membawa kartu berobat, sehingga petugas harus mencari satu persatu map yang jumlahnya ratusan untuk mencari map rekam medis pasien tersebut. (cari paling gampang buatkan no reg. baru lagi pak)

Ide pun berkembang setelah pemaparan ini, konon, dr. Agus -kepala Puskesmas Kwadungan- pernah punya pengalaman dengan dunia data base. Maka akhirnya beliau mencoba membuat rekam medis pasien sederhana dengan menggunakan program data base, dipilihlah program yang paling mudah buatan teman2nya Bill Gates, Microsoft Office Acces versi 2000.

Pada pemaparan beberapa bulan berikutnya, dr. Agus berhasil membuat yang lain terpana (terbengong). Dipaparkan saat itu, ketika data pasien di entrikan ke data base dapat dihasilkan keluaran yang pada saat itu sudah lumayan membantu. Laporan penyakit, laporan kunjungan, 10 penyakit terbanyak, laporan obat, laporan prediksi penyakit dengan melihat trend grafik mingguan dan beberapa laporan lainnya.

Akhirnya software SIMPUS (nama kecilnya SIMPUSTRONIK)  ini pun  dikembangkan dan diuji cobakan pada beberapa  puskesmas. Hasil uji coba lumayan berhasil, pelayanan bisa ditingkatkan kecepatannya dan petugas pun terkurangi bebannya dalam pencatatan. Di Puskesmas Ngawi Kota sebelum menggunakan sistem ini, terjadi kemacetan pelayanan di loket dan pelayanan pasien baru bisa selesai jam 13.00. Tetapi sesudah menggunakan sistem ini pelayanan pasien pun bisa selesai jam 11 siang.

Selain itu, petugas puskesmas juga dimudahkan dalam penyusunan laporan-laporan rutin yang biasanya juga menyita waktu. So, bila petugas kurang bebannya maka petugas pun bisa memberikan pelayanan prima kepada pasien.

Saat ini, aplikasi ini sudah dikembangkan dengan beberapa fasilitas tambahan yang cukup membantu, antara lain :

  • Panggilan elektronik. Pasien diberikan kartu antri dan akan dianggil secara otomatis oleh sistem komputer. (nggak kalah dengan layanan di Noki* Center  Bima Sak** Surabaya dan bank-bank besar lainnya).
  • Laporan-laporan bisa dioutputkan dalam bentuk worksheet sehinggalebih  fleksibel untuk dikelola
  • Pemetaan/mapping data cakupan program dan penyakit.
  • Kemudahan setting untuk diaplikasikan di daerah lain.

Saat ini, tim SIK Dinas Kesehatan Ngawi sudah menularkan aplikasi ini kebeberapa daerah dengan sistem free. Artinya software nya free (kecuali beli MS Office), dinas kesehatan lain tinggal membuat acara pelatihan dengan mengundang sebagai fasilitator tim SIK dinkes Ngawi.

Beberapa daerah yang telah running dengan sistem ini antara lain :

  • Beberapa Dinas Kesehatan di propinsi NAD
  • Dinas Kesahatan Lombok Barat dan Kota Mataram NTT
  • Dinas Kesehatan Sintang propinsi Kalimantan Barat
  • Dinas Kesehatan Lamongan
  • Beberapa kabupaten di JawTimur atas prakarsa UNICEF : Dinkes Kab. Probolinggo (beberapa Puskesmas di sinergikan untuk meraih Puskesmas ISO), Dinkes Bondowoso, Tulungagung. menyusul Mojokerto
  • Dinkes Kota dan Kab. Madiun, Dinkes Pacitan, Dinkes Blitar, Dinkes Pamekasan, Dinkes Sampang
  • dan beberapa Dinkes di Daerah Sulawesi dan Papua.

Saat ini tim SIK juga sedang mengembangkan aplikasi untuk SIKDA, dan mencoba untuk membuat nomor register dengan Sistem SIN dari Dinas Kependudukan, dan juga mencoba tetap menyempurnakan aplikasi simpustronik sehingga dapat memenuhi kebutuhan petugas baik di puskesmas, dinas kesehatan kabupaten, dinas kesehatan propinsi dan stakeholder lainnya.

Comments

4 Responses to “SIMPUSTRONIK, sebuah catatan ringan”
  1. Johny Yulfan says:

    kami PT. Kokek selaku konsultan ISO sangat kagum dengan usaha Tim SIK Dinkes Ngawi, tidak pelit berbagi ilmu sehingga banyak membantu puskesmas-puskesmas yang ISO semakin mantap dalam melayani masyarakat. Suatu saat kami juga akan belajar ke Dinas Kesehatan Ngawi.

    Salam,
    Johny Yulfan
    yulfan@kokek.com

    • admin says:

      Terimakasih atas kunjungannya di blog kami dan kami tunggu kehadiran tim Pt. Kokek untuk kengawi.Saran dan masukan senantiasa kami harpakan. Kami yakin dengan banyak berbagi maka wawasan pun akan semakin banyak yang kami terima.
      PT. Kokek yang mengerjakan ISO Puskesmas Di Kab. Probolinggo ??

  2. Johny Yulfan says:

    Sorry for late reply, benar Pak, kebetulan yang kami kerjakan Puskesmas Sumberasih. Ka. Pus nya Dr. Anang

  3. Rachma Yuanita says:

    keren,,asli.. pengin punya spt ini jg di kabupaten saya (deket di mata jane,,ponorogo)
    Yg ingin sy tanyakan,,ada gk ya Program utk buta Grafik PWS KIA lgsg jd,,tdk secara manual… bgmn bidan2 di ngawi membuat grafik PWS KIA???

Leave a Reply

CommentLuv Enabled