Menggabung Data dari Puskesmas

05/03/2009 by: admin

Setelah puskesmas mengumpulkan data dengan melalui proses entry data saat pelayanan ke pasien, langkah pengembangan berikutnya adalah menggabungkan data dari masing-masing puskesmas.

Dengan keterbatasan yang ada,data pun digabung dengan menggunakan perintah append query. Prinsip umum menggabungkan data dari masing-masing puskesmas menjadi 1 data base,jadi data pasien baru dari 24 puskesmas digabung menjadi 1 tabel pasien baru. Reg harian dari 24 puskesmas digabung menjadi 1 tabel reg harian. Kendala yang sering muncul ternyata buka pada keterbatasan microsoft office acces untuk mengolah data, melainkan pada kesalahan petugas entry data yang kurang tepat mengisikan tiap field-filed data.

gambaran detail proses penggabungan data di Dinkes Ngawi adalah sebagai berikut :

  1. Buat folder untuk masing-masing puskesmas yg berisi data be puskesmas
  2. Buat data base penggabung dengan sumber tabel dari link tabel masingmasing tabel dari dat be di folder penggabung
  3. kemudian buat append query dengan tujuan fle data yang akan menjadi master dari data backend untuk aplikasi sikdatronik
  4. Setelah data tergabung, aplikasi simpustronik dimodifikasi untuk mengambil data dari gabungan data pusksmas dengan membuat link tabel.
  5. jadilah simpustronik dengan data backend yang berasal dari seluruh puskesmas
  6. atur start up  pada form pemanfaatan data
  7. sesuaikan grafik-grafik
  8. tambahkan query baru sesuai kebutuhan.

So… cukup rumit memang mengelola data, tapi itulah asyiknya jadi pengelola data. Selamat mencoba

Comments

9 Responses to “Menggabung Data dari Puskesmas”
  1. mk says:

    Selamat atas situs barunya. Dan oh iya situs dinkesngawi.net kok terkesan suram gitu. Masih lebih baik simpustronik.net meski memakai theme default dari WordPress. :)

    Terima kasih atas informasinya. Saya Iwan dari Puskesmas Sukodadi Lamongan. Apakah SIKDATRONIK merupakan aplikasi tersendiri atau hanya SIMPUSTRONIK yang dimodifikasi dengan langkah-langkah di atas? Jika hanya SIMPUSTRONIK yang dimodifikasi, akan saya coba untuk membuat aplikasi dari SIMPUSTRONIK yang ada dan akan dibuat SIKDATRONIK untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan.

  2. basuki says:

    lanjutin tutorialnya pak dengan pemanfaatan data dengan sikdatronik

  3. admin says:

    betul, pada prinsipnya SIKDAtronik adalah pengumpul dari berbagai database yg sudah ada di puskesmas, digabung dan digunakan sesuai dengan kebutuhan Dinkes setempat

  4. anni says:

    Ass. Dikes Ngawi… Lama ndak kontak
    Kami di Lobar sih berkembang terus pusk yang meng-simpustronik, tapiiiiii ya motivasi petugas untuk entry masih rendah, adaaaa aja alasannya. Bagaimana sih kiat untuk meningkatkan motivasi mereka, sementara fasilitas software sudah semakin baik. palagi untuk olah data mereka sudah banyak yang onclick. Oh ya saya masih bingung aplikasikan sikdatroniknya ni. Pak, bisa ndak di bulan agustus ini datang ke lombok lagi. Trimssss Wass. Komunitas simpustroniknya ndak buka yaaa, koq ndak bisa konek ni.

  5. Salam Kenal dari PKM MOjoagung,
    Senangnya simpusnya sudah jalan baik ya. Semoga bisa menjadi contoh yang baik di daerah yang lain.

  6. Hal yang sering terjadi saat entry data adalah ada aja data yang tidak terisi dengan lengkap oleh petugas sehingga pada laporan terjadi selisih. Ini sering saya tekankan kepada staf entry data SIMPUS Sungai Ayak. Tetapi namanya manusia, lupa itu tampaknya sudah biasa, tidak pernah lupa itu luar biasa. Cara mengatasinya, saya mencoba membuat Form Isi Data yang tidak membolehkan user mengosongkan satupun item. Tetapi malah kurang disukai karena kerja jadi lamban.Itu alasannya. Saya katakan itu hanyalah soal kebiasaan. Seperti mengubah menulis dari menggunakan tangan kanan ke tangan kiri. Susah kan ? Dari itu mungkin perlu sedikit “pemaksaan”.
    OK, maju terus SIMPUSnya, semoga menjadi contoh bagi Kabupaten lain di Indonesia, termasuk kabupaten saya yaitu Sekada, Kalimantan Barat.
    Mengembangkan SIMPUS tidak mudah, contohnya apa yang kami lakukan untuk sesama Puxkesmas di Kabupaten Sekadau. Di kasi gratis saja, masih sulit makainya.

    • admin says:

      Ini yang ‘mungkin’ bisa diambil dari perjalanan simpus ngawi :
      1. Komitment pejabat yang diterjemahkan dengan supervisi + reward dan punishment
      2. Petugas entrry data terbantu akan manfaat dat yg dientry
      3. Meminimalisir kesalahan sofware aplikasi. artinya jangan sampai ada ‘keluhan’dari petugas entry yang tidak ditanggapi, jangan beri kesempatan petugas untuk mengkambinghitamkan komputer untuk tidak entrry.
      Semoga Simpus sekadau juga lancar.

  7. Jubair.R.SKM says:

    Hai…. aq tertarik sekali dengan simpus, trusrang perna baca tapi Cdx susah. boleh dong minta. maklum aq di Papua

Leave a Reply

CommentLuv Enabled