Mencoba Linux di Puskesmas

000tux-droid-linux-companionDinas Kesehatan Ngawi mulai membangun jaringan dengan puskesmas pada tahun 2006. jaringan dibuat dengan sistem bridge dengan menempatkan 6 BTS dan masing-masing BTS memiliki rata-rata 4 satelite. OS yang digunakan dalam jaringan wi-fi adalah win xp dan dengan server win server 2003 bantuan dari DEPKES RI. Dalam perjalanan selama 2 tahun pengelolaan masalah yg paling sering dihadapi adalah virus jaringan dan massalah terberat yang tidak diantisipasi sebelumnya adalah matinya beberapa Radio karena -menurut analisa dari konsultan)- overload dan traffic data yang tinggi.

di Tahun 2008, beberapa radio yang mati pun diganti, dan beberapa PC jaringan di Puskesmas dicoba untuk dimigrasikan ke Linux. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya terpilih 3 pc di 3 puskesmas untuk migrasi ke linux, yaitu Puskesmas Pangkur (suse 11), Puskesmas Kedunggalar (ubuntu 8.04)  dan Puskesmas Widodaren (Ubuntu 8.04)

Dari hasil evaluasi kami, ketiga puskesmas pada dasarnya tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan linux, perederan virus di PC ketiga Puskesmas tadi pun NOL tidak ada sama sekali, koneksi jaringan tidak ada masalah. Kendala yang terasa adalah lambatnya koneksi internet sehingga kesulitan update (Mudah2an mas Kurniawan Dinkes Lamongan gak lupa bawa cd REPO Ubuntu).

Saat ini tim sedang mencoba untuk memodifikasi agar simpustronik bisa jalan lintas OS, dengan asumsi 1 server tetap pakai XP dan Office, station menggunkan linux semua dan dijalankan melalui wine, atau dengan skenario lain menggunakan database acces dengan frontend berbasis web.

Anda punya saran ???

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

3 Responses to “Mencoba Linux di Puskesmas”

  1. mk says:

    Insya Allah pak akan saya bawakan..

    Saran, bisa saja pakai back end My SQL dengan front end MS Access, tapi sedikit lebih lambat karena memakai MyODBC driver dimana ODBC lebih lambat daripada langsung mengakses pada table-tablenya secara fisik, itu yang saya pelajari dari milis belajar-access@yahoogroups.com.

    Untuk transfer data dari MySQL lebih ringan jika transfer data memakai wifi tinggal ambil file dump-nya yang berupa text.. Sebagai contoh, blog simpustronik.net ini kan pakai mysql sebagai back end servernya. Lebih ringan daripada forum RS Omni yang memakai MS Access sebagai back end file servernya.

  2. simpusta says:

    Iya pak, memang sudah harus dipikirkan untuk migrasi database, mungkin dgn mysql, kami juga berpikiran (berbasis web) demikian baru interface mungkin dengan php. Demikian juga dengan os-nya, jika berbasis web saya kira tidak ada masalah dalam operating sistemnya.

  3. Ton says:

    terimakasih… paling tidak ada 2 hal penting yang harus disiapakan sebelum migrasi :
    1. SDM pengembang harus siap2 merecode semua tampilan
    2. user harus siap berubah
    3. Security dan konektifitas antar server.
    ini tantangan kita..!!

Tinggalkan Pesan dan Kritik